Biaya penempatan
Juga dikenal sebagai: Penempatan biaya, Biaya kesuksesan, Biaya darurat
Model penetapan harga perekrutan di mana agensi memperoleh komisi satu kali hanya jika kandidat dipekerjakan oleh klien.
Biaya penempatan adalah model kontinjensi yang umum pada lembaga pencarian dan kepegawaian eksekutif. Biaya tersebut dihitung sebagai persentase dari gaji kotor tahunan kandidat yang direkrut, biasanya 15-25% untuk peran tingkat menengah dan 25-35% untuk eksekutif.
Unlike a retainer, the agency receives nothing during the search: it gets paid only on success. Hal ini mengurangi risiko klien namun memberikan insentif kepada agensi untuk segera menutup bisnisnya. Faktur penempatan dapat ditarik kembali jika kandidat mengundurkan diri atau diberhentikan dalam masa jaminan (vesting), biasanya 90 hari.
Ekonomi kerja berbasis keberhasilan ditentukan oleh tingkat penutupan, bukan oleh persentase feenya. Agensi yang menutup satu dari tiga pencarian sudah membayar feenya tiga kali lipat dalam bentuk upaya yang tak dibayar, jadi disiplin praktisnya adalah menyaring mandat sebelum menerimanya: apakah kliennya sungguh berkomitmen, apakah gajinya sepadan dengan pasar, dan apakah proses rekrutmennya bisa bergerak secepat yang dituntut pencarian itu.
Masa jaminan layak diperhatikan oleh kedua belah pihak. Ia melindungi klien, dan sekaligus menciptakan insentif yang perlu diketahui: kandidat yang cepat ditempatkan pada posisi yang tidak cocok tetap memakan fee agensinya. Perusahaan yang melacak alasan di balik pengembalian fee biasanya menemukannya menumpuk pada satu atau dua klien yang masalah sebenarnya ada pada penerimaan karyawan barunya, bukan pada perekrutannya.
Sebuah agen menempatkan direktur penjualan dengan gaji kotor tahunan sebesar 90.000€: biaya 22%, sama dengan 19.800€ yang ditagihkan kepada klien saat perekrutan.