Mengukur hasil tanpa mengukur kehadiran
Cara tercepat membuat pemantauan kinerja gagal adalah mengukur kehadiran: jam tersambung, ketukan papan tik, waktu di rapat. Dalam dua pekan ia menghasilkan perilaku asal patuh dan tidak memberi tahu pimpinan apa pun tentang apakah pekerjaannya bagus.
Yang layak diukur di jasa profesional lebih sempit dan lebih sulit diakali: pekerjaan yang diserahkan dibanding yang dijanjikan, pekerjaan ulang yang ditimbulkan, dan apakah janji kepada klien dipenuhi pada tanggal yang disebutkan. Ketiganya menggambarkan kinerja dalam istilah yang bisa dikenali dan dibantah seorang konsultan, dan itulah yang membuat percakapan evaluasi menjadi produktif.
- Penyerahan dibanding janji, bukan jam tersambung
- Volume pekerjaan ulang dikaitkan pada penyebabnya, bukan pada orangnya
- Janji kepada klien dipenuhi pada tanggal yang disepakati
- Metrik yang lebih dulu bisa dilihat orang tentang dirinya sendiri