Memilih alur kerja mana yang diotomatiskan lebih dahulu
Nalurinya adalah mengotomatiskan proses yang paling menjengkelkan, dan itu biasanya titik awal yang keliru, karena proses paling menjengkelkan sering kali justru yang paling banyak pengecualiannya. Otomatisasi pertama sebaiknya membosankan, bervolume besar, dan stabil, karena tugasnya adalah membuktikan bahwa pendekatan ini berhasil.
Pemeringkatan sederhana membuat pilihannya bisa dipertanggungjawabkan: frekuensi dikali waktu per kejadian, dibagi jumlah pengecualian yang sungguhan. Proses yang nilainya tinggi adalah tempat otomatisasi kembali modal dalam hitungan pekan. Proses yang menjengkelkan tetapi jarang bisa menunggu sampai tim memercayai perkakasnya.
- Frekuensi dan waktu per kejadian diukur, bukan ditaksir
- Jumlah pengecualian sungguhan dihitung sebelum memulai
- Otomatisasi pertama dipilih karena keandalan, bukan karena dramanya
- Titik balik modal ditaksir dalam pekan, lalu diperiksa kemudian